Pasar tenaga kerja Australia mengalami pelemahan mengejutkan setelah jumlah pekerja turun sebanyak 39.300 orang pada September 2026, berbanding terbalik dengan perkiraan ekonom yang sebelumnya memproyeksikan penambahan sekitar 19.600 pekerjaan. Berdasarkan data Australian Bureau of Statistics (ABS) yang dirilis Kamis (15/10/2026), tingkat pengangguran mencapai 4,7%, menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap kondisi ketenagakerjaan Australia.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh hilangnya 73.700 pekerjaan paruh waktu, meskipun jumlah pekerjaan penuh waktu justru bertambah 34.400. Tingkat partisipasi angkatan kerja juga melemah menjadi 66,8%, sementara tingkat setengah pengangguran meningkat menjadi 6,3%. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum di tengah tekanan biaya hidup dan kebijakan suku bunga tinggi.
Kondisi tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Bank sentral sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,60% untuk mengendalikan inflasi. Setelah laporan ketenagakerjaan dirilis, pasar memperkirakan peluang hampir 90% bahwa RBA akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan November. Meski demikian, keputusan selanjutnya tetap bergantung pada perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi Australia.