Harga emas dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (21/10/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan laporan Investing.com, harga emas spot (XAU/USD) turun 0,6% menjadi US$4.115,72 per troy ons, sementara emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,4% ke level US$4.132,22. Penurunan ini terjadi ketika investor mulai mengkhawatirkan lonjakan inflasi global akibat potensi gangguan pasokan energi.
Ketegangan meningkat setelah serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco di Arab Saudi dilaporkan menewaskan dua orang. Pemerintah Amerika Serikat juga memerintahkan sejumlah pegawai pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi karena meningkatnya risiko keamanan. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia, yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan memperpanjang tekanan inflasi di berbagai negara.
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan harga emas. Investor memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober 2026, meskipun risiko inflasi yang tinggi dapat membuat kebijakan moneter tetap ketat lebih lama. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi karena tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan konflik Timur Tengah serta keputusan The Fed untuk menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.