Artikel

IHSG ANJLOK 11,57%, TERBURUK SEJAK KRISIS 1998

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan penurunan sebesar 11,57% ke level 5.185,10, mencatatkan pelemahan harian terdalam sejak Januari 1998. Tekanan jual besar-besaran terjadi setelah penyedia indeks global MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Kepanikan investor bahkan membuat perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara selama 30 menit.

MSCI menilai masih terdapat persoalan serius terkait transparansi kepemilikan saham, praktik perdagangan, dan efektivitas pengawasan pasar modal Indonesia. Jika penurunan status tersebut benar-benar diterapkan, saham-saham Indonesia berpotensi dikeluarkan dari sejumlah indeks global yang menjadi acuan investasi internasional. Bank investasi UBS memperkirakan kondisi ini dapat memicu keluarnya dana sekitar US$4 miliar dari investor pasif, serta potensi tambahan US$15 miliar dari investor aktif. Tekanan pasar juga menyeret nilai tukar rupiah hingga sempat menyentuh Rp18.070 per dolar AS.

Menanggapi situasi tersebut, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, juga berencana meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dasar penilaian MSCI. Meski demikian, penurunan status Indonesia belum menjadi keputusan final, karena MSCI masih membuka proses konsultasi dengan pelaku pasar hingga April 2027, sebelum keputusan yang dijadwalkan pada Juni 2027. Perkembangan ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan regulator dalam memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.

Bagikan :

error: DILARANG KERAS UNTUK BERUPAYA MELAKUKAN TINDAKAN COPY-PASTE DAN IMPACT ELEMEN PADA WEBSITE RAN TRADE ACADEMY. SELURUH AKTIVITAS PENGUNJUNG DALAM PANTAUN KAMI❗

Mulai Terhubung dengan Management

🔒 Encrypted End-to-End