Artikel

RBA BERI SINYAL, SUKU BUNGA BISA NAIK LAGI

Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut akibat tekanan inflasi yang masih tinggi. Berdasarkan risalah rapat September yang dirilis Selasa (13/10/2026), seluruh anggota dewan sebelumnya sepakat menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,60%. RBA menilai risiko inflasi semakin meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi mulai melambat.

Kekhawatiran utama RBA berasal dari meningkatnya biaya energi global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta tekanan biaya produksi dalam negeri. Kondisi tersebut berpotensi membuat inflasi bertahan lebih lama di atas target 2–3%. Bank sentral menegaskan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan apabila tekanan harga belum menunjukkan penurunan yang berkelanjutan. 

Di sisi lain, RBA juga mempertimbangkan dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian Australia. Konsumsi rumah tangga mulai melemah, harga properti mengalami tekanan, dan tingkat pengangguran mencapai 4,6% pada Agustus. Meski demikian, pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama. Keputusan suku bunga berikutnya akan bergantung pada perkembangan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja.

Bagikan :

error: DILARANG KERAS UNTUK BERUPAYA MELAKUKAN TINDAKAN COPY-PASTE DAN IMPACT ELEMEN PADA WEBSITE RAN TRADE ACADEMY. SELURUH AKTIVITAS PENGUNJUNG DALAM PANTAUN KAMI❗

Mulai Terhubung dengan Management

🔒 Encrypted End-to-End