Nilai tukar rupiah bergerak datar pada pembukaan perdagangan Rabu (21/10/2026), bertahan di level Rp17.992 per dolar AS. Posisi tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, dengan pergerakan tercatat 0 poin atau 0,00%. Kondisi ini menunjukkan rupiah masih bergerak stabil di tengah sikap hati-hati pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi domestik dan global.
Pada perdagangan Selasa (20/10/2026), rupiah sebelumnya berhasil menguat 54 poin atau 0,30%, dari posisi Rp18.046 menjadi Rp17.992 per dolar AS. Meski mengalami penguatan sehari sebelumnya, pergerakan rupiah pada Rabu pagi cenderung tertahan menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Pelaku pasar menantikan arah kebijakan suku bunga acuan yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Selain kebijakan Bank Indonesia, kondisi ekonomi global juga menjadi perhatian, terutama arah suku bunga Amerika Serikat dan perkembangan harga minyak dunia. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi permintaan dolar AS serta stabilitas mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar dan keputusan kebijakan moneter.