Amerika Serikat (AS) bersiap menerima kembali pasokan bahan bakar solar dari Rusia setelah Presiden Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Vladimir Putin. Sebuah kapal tanker yang membawa solar Rusia tengah menuju New York. Pengiriman ini menjadi sorotan karena berpotensi menjadi impor produk minyak pertama AS dari Rusia sejak larangan diberlakukan pada 2022 akibat perang Rusia-Ukraina.
Kapal tanker bernama Agioi Fanendes dilaporkan mengangkut sekitar 40.000 metrik ton solar dari Pelabuhan Primorsk, Rusia, sejak 22 Oktober 2026. Berdasarkan data pelacakan kapal, pengiriman tersebut diperkirakan tiba di AS pada 7 November mendatang. Trump sebelumnya mengumumkan rencana ekspor awal sebesar 300.000 metrik ton solar Rusia ke pasar AS dan global, disusul tambahan 500.000 ton pada November serta 1 juta ton berikutnya.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya Trump menekan lonjakan harga solar di AS menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November 2026. Pemerintah AS juga memberikan pengecualian terhadap sejumlah ketentuan sanksi terhadap Rusia, sementara Moskow mencabut pembatasan ekspor solar yang sebelumnya diberlakukan. Meski diharapkan membantu menambah pasokan energi, kesepakatan tersebut turut menjadi perhatian karena berlangsung di tengah sanksi Barat terhadap Rusia dan konflik yang masih berlanjut di Ukraina.